Senin, 31 Agustus 2026
Foto: Kepala Desa Sragi Leni Puji Astuti, S. Psi,

Budidaya Jahe, Desa Sragi untuk Menaikan  PAD 

By: admin
10 Desember 2022
Dilihat 964 kali

BLITAR, Mediatrans "9 

Desa Sragi Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar dalam pemanfaatan Dana Desa (DD) 20% Anggaran Ketahanan Pangan dan Hewani Tahun 2022 ini memprioritaskan penggunaannya di bidang Padat Karya Tunai, yaitu untuk usaha penanaman jahe.

Usaha tersebut nantinya diharapkan akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dapat di pergunakan untuk membantu dalam upaya mensejahterakan warga. Karena Jahe yang di budidayakan adalah Jahe Emprit yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan jika di buat racikan untuk konsumsi, sangat bagus buat kesehatan badan.

Kepala Desa Sragi Leni Puji Astuti, S. Psi, saat bincang-bincang dengan awak Media ini, Selasa (8/11/2022) mengatakan, usaha bidang Ketahanan Pangan ini di yakini, akan dapat berkembang dan memiliki pasar tersendiri yang bisa menjadi sumber untuk mendapatkan PAD serta menjadikan lapangan kerja.

“Kami memilih menggunakan dana tersebut untuk budidaya Jahe Emprit, karena usaha ini memiliki prospek bagus, yaitu selain untuk memperoleh pendapatan juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga kami,” ucap Leni.

Lebih lanjut, ia menguraikan, bahwa DD tersebut penggunaannya meliputi, antara lain untuk modal sewa lahan seluas 7000 m2, sebesar Rp.20 juta yang di gunakan untuk tempat menanam jahe dan untuk pembersihan lahan tersebut sebesar Rp.11,2 juta, dan untuk pengolahannya sebesar Rp.10,7 juta serta upah penyiangan Rp.10,5 juta.

Selain itu dipergunakan untuk pembelian benih Jahe Emprit sebanyak Rp. 12 juta. Beli Pupuk Kandang Rp.22,5 juta, Pupuk Kimia Rp.30 juta, serta untuk pembelian Dolomit Rp.10,5 juta. Selebihnya untuk upah pekerja dan lain-lain sebesar Rp.25,750 juta. Jika di jumlah keseluruhannya sebanyak Rp.153.160.000,-

Perlu di ketahui, bahwa selain budidaya penanaman Jahe Emprit ini, usaha selama ini yang telah di geluti Pemerintah Desa (Pemdes) Sragi adalah pembuatan Minuman Celup Rambut Jagung. Dan sudah memiliki Rumah Produksi.

Maka, adanya program pemerintah pusat terkait DD untuk Ketahanan Pangan ini di rasa sangat bagus dan sejalan dengan usaha Pemdes Sragi. Mengingat Jahe, adalah tanaman yang bisa dipadukan untuk pembuatan bahan minuman yang menyehatkan yang bisa di campur dengan rambut jagung, serta memiliki rasa dan aroma tersendiri berbeda dengan minuman yang lain.

Dalam perjalanannya, Rumah Produksi Minuman Celup Rambut Jagung dari Desa Sragi ini sudah mulai di kenal dengan nama PALAWIDJA. Rencananya bulan Desember ini akan Lounching dan membagikan 1000 kotak Minuman Celup Rambut Jagung pada masyarakat secara gratis.

Untuk itu, adanya kebutuhan bahan yang cukup banyak berupa rambut jagung manis yang akan di olah menjadi teh celup dibutuhkan pemasok yang bersedia menjual ke Rumah Produksi ini, dengan harga yang baik. Jika anda pemiliknya, silahkan ke kantor Desa Sragi menemui Kepala Desa Leni Puji Astuti." pungkasnya ( Hary)