Blitar, Mediatrans9.com
Program nyata upaya pembenahan pendidikan vokasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yaitu menjadikan Pusat Keunggulan pada sekolah yang terpilih dan dapat memenuhi kriteria yang di tentukan. Program tersebut termasuk dalam rangkaian kebijakan baru Kemendikbud yaitu "Merdeka Belajar" gagasan Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja, serta menjadi rujukan dalam peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.
SMK Islam 1 Blitar salah satunya, SMK Swasta yang kini menjadi Pusat Keunggulan, tentunya memiliki kewajiban menjalankan program di atas dalam rangka mengembangkan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, industri dan dunia kerja.
Kepala Sekolah SMK 1 Islam Drs. H. Solihin, M. AP, mengatakan bahwa dalam semangat yang tinggi untuk meningkatkan pendidikan berkualitas, maka perlu penerapan sebuah Kurikulum yang telah di berlakukan yaitu Kurikulum Merdeka. "Sebagai kurikulum baru yang pada tahun pertama ini baru di berlakukan bagi siswa kelas 10 saja, sedangkan untuk kelas 11 dan 12 masih menggunakan kurikulum K 13," jelas Solihin pada Selasa, (20/9) lalu di kantor Sekolah.
Lebih lanjut Solihin menjelaskan setiap tahunnya dunia usaha terus mengalami banyak perubahan secara signifikan seiring dengan perkembangan teknologi. "Maka selaras dengan itu semua dunia pendidikanpun berusaha mengimbanginya dengan berbagai upaya, agar setiap lulusan SMK di sini nantinya dapat terserap dengan baik oleh dunia industri atau menjadi wirausaha yang mumpuni," paparnya.
SMK 1 Islam Blitar yang sekarang telah menjadi SMK Pusat Keunggulan swata satu-satunya di Blitar. Proses sosialisasi sudah dilakukan, seperti melalui workshop, seminar, In House Training (IHT) kepada guru-guru sebelum tahun ajaran baru kemarin.
Semua itu bertujuan agar dapat menerapkan dengan baik program ini yang pada intinya guna mewujudkan manejemen dan pembelajaran berbasis dunia kerja. "Kami berharap dengan program ini sekolah semakin maju dan dapat di percaya masyarakat," tutupnya.( Adv /Hary)
