MOJOKERTO, Mediatrans9.com
Panitia Temu Akrab Wartawan Mojokerto tahun 2021 melaksanakan audensi bersama Wakil Bupati Mojokerto Muhammad AlBarraa, Lc., M.Hum, yang berlangsung di ruang rapat Satya Bina Karya Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/6/2021) pukul 12.30 WIB.
Selaku moderator pada audensi Didik Chusnul Yakin (Plh Setdakab) Mojokerto, mengawali audensi antara Wakil Bupati Mojokerto dengan Insan pers, Didik menyampaikan permohonan maaf karena rekan-rekan Media harus menunggu, dikarenakan kegiatan Wakil Bupati yang sangat padat.
“Kami mohon maaf, karena teman-teman pers harus menunggu, karena pada hari ini kegiatan Wakil Bupati sangat padat, yang mana saat ini Bupati juga masih melaksanakan giat dilapangan, tapi puji syukur alhamdulillah kita masih diberi Kesehatan, sehingga dapat hadir diruangan ini dalam keadaan sehat walafiat, ” Ucap Didik.
Selanjutnya Didik mempersilahkan Ketua Panitia untuk memperkenalkan team yang hadir dan menyampaikan maksud serta tujuan dari audensi dengan Wakil Bupati Muhammad AlBarraa.
Ketua Panitia Temu Akrab Wartawan Mojokerto tahun 2021 Machroji Mahfud memperkenalkan satu persatu pengurus panitia Temu Akrab Wartawan Mojokerto, serta memberi penjelasan maksud dan tujuan dari audensi dengan Wakil Bupati.
“Walau dengan rasa dek-dekan menunggu, dengan kesibukan Wakil Bupati, alhamdulillah kami dari Insan Pers dapat dipertemukan dengan Beliau, kami wartawan yang masuk dalam kategori non ekstrim, semi profesional, tapi saya yakin untuk membina mereka karena merupakan bagian dari masyarakat ini,” papar mbah Roji (panggilan akrab Machroji Mahfud).
Dijelaskan oleh Machroji lagi, “Wartawan yang semi pro, beda dengan yang profesional, kalau yang ini Gus, semut kranggang, lek nyokot (kalau menggigit), sembuhnya lama, makanya harus saya rangkul. Dan kehadiran kami kesini sebagai mana tertuang dalam surat adalah silatuhrohmi yang pertama kepada Wakil Bupati, yang kedua untuk koordinasi kegiatan temu akrab yang akan dilaksanakan pada 30 Juni 2021, di Gedung Pusat Informasi dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto”.
Acara yang akan digelar oleh rekan-rekan insan pers Mojokerto sudah ditata rapi dan akan mematuhi prokes. Dan undangan akan segera disebar sebanyak 100 undangan, 10 orang Pimred, yang lainnya wartawan perwakilan dari masing-masing media.
Pada acara tersebut Gus Barraa didapuk sebagai Kyai, pemberi santapan rohani, tujuan pertemuan wartawan tersebut adalah bertemu saling memaafkan, kemudian menjadi akrab.
Dengan begitu harapannya wartawan Mojokerto menjadi bersatu, bersinergi, saling mengisi, dukung mendukung, kemudian mewujudkan visi misi Mojokerto Maju, Adil, dan Makmur, Mojopahit bangkit, Mojokerto menjadi miniatur Indonesia, dan menjadi contoh dari Kabupaten lain.
Machroji juga menyampaikan bahwa,”Masyarakat Mojokerto butuh keadilan termasuk wartawannya, kalua ada PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah yang nilainya puluhan juta, sekarang keadilan juga harus diberikan kepada wartawan yang tidak masuk dalam bagian tersebut, itu baru dibilang adil ”.
“Bisa dibilang adil kalau semua mendapatkan bagian yang sama sesuai kebutuhannya, yang jauh dapat sangu sepuluh ribu, yang dekat cukup lima ribu, itu baru adil, menurut pendapat saya,”jelas mbah Roji.
Pada sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan,”Alhamdulillah saya bisa beraudensi dengan panjenengan, karena kegiatan yang padat kami juga harus berbagi waktu, dimana saat ini juga masih berlangsung zoom meating dengan Wakil Gubernur Jawa Timur dan Ketua Umum Demokrat terkait Covid-19, dan saat ini belum selesai tapi tak tinggal karena ada mbah Roji, karena dijadwal saya hari ini sebenarnya tidak ada audensi dengan beliaunya”.
“Jadi lebih penting mana, Ketua Umum Demokrat dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang lagi zoom meating, saya tinggal hanya untuk menghadiri audensi dengan mbah Roji, berarti saya lebih penting ketemu sama mbah Roji,” tutur Muhammad AlBarraa, Lc., M.Hum.
“Apapun itu Mbah Roji ini, saya anggap keberadaannya di Kabupaten Mojokerto ini seperti Abunawas dimasa kekhalifaan Harun Ar-Rosyid,” tambah Gus Barraa.
Didalam kondisi covid-19 saat ini, dimana Mojokerto yang tadinya sudah masuk zona kuning, ternyata akhir-akhir ini pasien covid 19 mulai meningkat lagi dan hamper memasuki zona orange.
Oleh karena itu mbah Machroji sebagai Abunawas, harus pandai-pandai memberi masukan yang bagus, yang baik, yang bisa mengarahkan pemerintah dengan baik dan berjalan dengan semestinya.
Dan terkait acara tersebut, pada prinsipnya pemerintah tidak melarang atau menghalang-halangi, tapi kalau memang akan melaksanakan, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan betul sesuai protokol Kesehatan.
Harus mendapatkan ijin dari satgas covid Kabupaten, yang didalamnya ada Danramil, Kapolres, dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
“Pemerintah tidak melarang atau menghalang-halangi apa yang menjadi niat baik dari acara tersebut, akan tetapi harus mematuhi protocol Kesehatan dan mendapat ijin dari satgas covid-19, saya tidak ada untungnya melarang giat tersebut,” tutup
Setelah memberi arahan, Wakil Bupati Muhammad AlBarraa meninggalkan ruang rapat dan langsung mengikuti giat di Hotel Vanda Trawas.(Ek)
