Minggu, 30 Agustus 2026

Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun Sangat Mendukung Dengan Adanya  Program RJIT

By: admin
03 Juni 2021
Dilihat 1094 kali

MADIUN, Mediatrans9.com

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Rehabilitas Jaringan Irigasi Terseier (RJIT) Sebagian besar dananya disalurkan melalui sistem swakelola oleh petani.

Dengan swakelola oleh petani, jaringan irigasi tersier yang direhabiitasi umumnya lebih bagus dan petani merasa lebih memiliki.

Program RJIT dilakukan dengan sasaran  untuk membangun jaringan irigasi tersier yang memang kondisinya hampir 50 persen sudah rusak. “ tujuannya membangun secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat petani,” 

Dengan dikerjakan  RJIT ini kepada kelompok tani, maka pembangunan jaringan irigasinya dilakukan secara gotong royong atau swakelola. 
“Mayoritas RJIT dilakukan melalui bansos oleh petani. Itu lebih kuat, lebih bagus volumenya, lebih panjang dari yang ditetapkan dan mereka merasa memiliki,” jelasnya

“Dengan adanya program rehabilitasi jaringan irigasi, maka ada peningkatan pada indeks tanam petani, yang sebelumnya hanya sekali setahun menjadi dua kali dan bisa lebih.

Bantuan program rehabilitasi jaringan irigasi tersier ( RJIT ) dari Kementerian RI Kepada Gabungan Kelompik Tani ( Gapoktan ) di Kabupaten Madiun tahun 2021 sudah di mulai dan sudah ada yang selesai di kerjakan proyeknya.

salah satunya Gapoktan "Sido Rukun " Dusun Basekan Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun dengan besaran anggaran APBN dari Kementan RP.75 juta langsung Ke rekening Gapoktan.

Pekerjaan Saluran Irigasi tersier berupa Cor dengan model U dan bawahnya ada lantai cornya dengan volume panjang 135 meter .tinggi 70 cm lebar bawah 40 cm lebar atas 70 cm dengan jumlah tenaga 10 orang ." terang Baderi Ketua Gapoktan Sido Rukun.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun " Sodik Hery Purnomo ,S.Si melalui Kabid Prasarana  Sarana Pertanian ( PSP ) Dinas Pertanian dan Perikanan  " PARNA ,SP  mengatakan bahwa kegiatan RJIT dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki saluran irigasi , tetapi juga merupakan upaya pengelolaan air untuk memaksimalkan fungsi saluran irigasi agar air bisa termanfaatkan secara maksimal artinya debet air tidak mengalami pengurangan akibat kebocoran saluran dan tertutupnya saluran oleh sedimen ," ujarnya kamis ( 3/6/2021 )

Ditambahkan Kabid PSP Dispertan Kab.Madiun " PARNA SP" bahwa harapan kedepan dengan semakin bertambahnya rehab jaringan irigasi tersier ( RJIT ) yang diperbaiki luas areal tanam bisa bertambah ,begitu juga indeks pertanaman dan produktivitas meningkat yang pada akhirnya kesejahteraan petani bisa meningkat ," ucap nya

Pada kesempatan lain , Kepala Desa Banjarsari Wetan " Yani Edi Wibawa " saat di temui di ruang kerjanya  dan dikonfirmasi terkait Program RJIT membenarkan bahwa desanya mendapat bantuan program tersebut. Dan fungsinya untuk memperlancar pengairan sawah dan sehingga hasil panen petani akan bertambah .

" Tahun ini ,dari anggaran APBN senilai RP 75 juta ,pekerjaan baru berjalan 10 hari dengan jumlah pekerja  10 orang ( termasuk tukang dan kuli ) ." pungkasnya.( adv /by )