Minggu, 30 Agustus 2026

Pemkab Jember Bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Launching KB MKJP Di Klinik Harapan Sehat Mayang

By: admin
27 Mei 2021
Dilihat 983 kali

JEMBER, Mediatrans9.com

Launching pelayanan KB MKJP  ( Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) serentak melalui kolaborasi dana APBD dan Dana DAK BOKB di Klinik Harapan Sehat Desa Seputih Kecamatan Mayang oleh Bupati Jember dan Kepala  Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim yang dihadiri  Muspida, Ketua TP PKK, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan, Anak Dan KB  ( DP3AKB) Jember, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim di  Jember dan Camat Sekabupaten Jember, Rabu (26/5).

" Launching di klinik Harapan Sehat Mayang  ini juga ada beberapa Kecamatan  yang lain yang di MOU kan di sini." Terang Bupati Jember, H. Hendy Siswanto.

MOU  pelayanan KB ini agar bisa  di gerakan secara intensif ke masyarakat.

" Saat launching ini juga dilakukan pelayanan KB  pada 133 orang." Lanjutnya.

Pemkab  Jember dan Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim akan mensuport pelaksanaan pelayanan KB agar  masyarakat memperoleh pelayanan KB dengan baik.

"Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim akan mensupport kebutuhan  alat kontrasepsi secara gratis dan mengirimkan 53 penyuluh untuk Jember, Pemkab Jember sendiri tidak akan tinggal diam,  juga akan memerintahkan OPD - OPD, turun ke lapangan untuk menjadi penyuluh." Ungkap Bupati Hendy.

Bupati juga berharap agar penduduk Jember 2,6 juta jiwa  menjadi  keluarga yang berkualitas."

"Kita bukan buat anak saja, tapi kalau ekonomi tidak bagus ada 3 persoalan besar, pertama angka stunting tinggi, AKI dan AKB  juga terjadi kalau ekonomi kurang bagus, karena orang Hamil perlu asupan gizi yang cukup. Tapi kalau keluarga yang bagus, maka 2,6 juta jiwa itu akan menjadi kekuatan yang hebat di Jember apalagi mereka mencintai kearifan lokal " tutup Bupati Hendy.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, S. Teguh Santoso dalam sambutannya,  bahwa Pemerintah terus berupaya keras untuk melaksanakan kebijakan bidang pengendalian penduduk ( Dalduk)  dan KB dengan Program Bangga Kencana. Tahun ini pemerintah mengalokasikan DAK fisik dan non fisik kepada pemerintah Kabupaten/ Kota Jawa Timur.

" Harapan kami, dukungan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung Pemda dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan KB." Ujar S. Teguh Santoso   

Selain itu, BKKBN juga akan menjamin terpenuhinya alokon KB Faskes-faskes yang ada di Jember, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan KB dengan baik. Juga  diperbantukan 53 penyuluh di Kabupaten Jember. Untuk percepatan Bidang Dalduk dan KB, mohon kiranya bapak Bupati dapat mengalokasikan tambahan tenaga lapangan untuk difungsikan sebagai tenaga KB.

" Kami optimis, program Bangga Kencana Kabupaten Jember akan berhasil dengan baik karena memiliki pemimpin daerah yang memiliki komitmen tinggi dengan motto Wayae Mbenahi Jember." Tutupnya.

Sementara itu, dr. H. Moh.  Hisyam Rifqi Direktur Klinik Harapan Sehat Mayang mengapresiasi dan mendukung program pelayanan KB untuk masyarakat ini. " Alhamdulillah, kami sangat  bangga bisa mendukung program pemerintah, khususnya program BKKBN karena sangat jarang sekali kegiatan pemerintahan di tempatkan di  fasilitas kesehatan swasta. " Ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar Klinik- klinik swasta yang lain bisa dirangkul bersama- sama untuk turut serta mensukseskan program pemerintah terutama bidang kesehatan.

" Dengan suksesnya semua program pemerintah, harapan saya dengan  mendukung program  pemerintah pusat, yaitu tercapainya universal hit coverage. Salah satunya dengan pelayanan KB ini. Kebetulan untuk angka AKI dan AKB di Kabupaten Jember  yang masih tinggi, memang perlu dukungan semua sektor, baik Dinas Kesehatan, BKKBN dan lintas sektor, salah satunya adalah menurunkan angka kelahiran di kabupaten Jember." Ujarnya.

Klinik Harapan Sehat Mayang saat ini punya 10 kamar rawat inap, kedepan akan ditingkatkan menjadi rumah sakit type C . Hal ini karena di wilayah timur belum ada RS swasta. " Harapan kami, seandainya jadi rumah sakit, masyarakat tidak perlu jauh untuk memperoleh pelayanan kesehatan. " Pungkasnya. (dik)