"Sejumlah Retail, Toko, Groser, dan Toko Modern Jadi Sasaran"
TULUNGAGUNG, Mediatrans9.com
Sebagai upaya memberikan perlindungan pada masyarakat dalam mengawal mutu keamanan pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah retail, toko, groser dan toko modern, Selasa (20/04/2021).
Dalam sidak awal bulan Ramadhan ini, petugas Dinkes Tulungagung menemukan sejumlah makanan dan minuman (mamin) yang tak layak konsumsi. Artinya mamin kadaluwarsa atau mengandung zat berbahaya yang dijual bebas di tempat perbelanjaan oleh-oleh di wilayah Jalan Antasari.
Ada berbagai jenis mamin yang tak layak konsumsi ditemukan oleh petugas Dinkes Tulungagung diantaranya, kerupuk, jenis camilan ringan yang ada bekas gigitan tikus dan minuman yang diduga ada bahan pengawetnya yaitu jenis jamu.
"Temuanya, rata-rata pengendaliannya kurang optimal, mulai dari lingkungan kurang bersih," kata Kepala Dinkes Tulungagung melalui Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung Masduki.
Beliau mengaku, dalam survey area pertokoan didapati gorong-gorong persembunyian tikus dan bekas goresannya terlihat jelas masuk ke dalam toko yang penuh jajanan. Menurutnya, kotoran tikus itu termasuk faktor kritis dalam ritel yang baik.
Sebagai Petugas Dinkes, Masduki menyesalkan masih adanya pedagang kurang peduli dengan kesehatan yang berdampak pada konsumen, seperti halnya tikus. Karena hampir semua dari tubuh tikus itu merugikan dari segi kesehatan, termasuk kotorannya, bulunya, air liurnya, air kencingnya semuanya mengandung penyakit.
Kita menemukan ada kemasan yang rusak atau bocor, di samping itu izin edarnya sudah tidak berlaku lagi menurut hukum, bahkan di temukan kode edarnya tidak sesuai," katanya.
Dari hasil temuan dilapangan, yang dilakukan oleh Dinkes adalah menindak dengan memberikan peringatan kepada penanggungjawab toko dan melakukan pendataan sejumlah makanan yang dilarang untuk dijual kembali.
Selain itu, dalam upaya menggerakkan ekonomi rakyat, Dinkes Tulungagung juga mengadakan program pembinaan di Tahun 2021, yaitu sosialisasi kepada 340 orang dari berbagai bidang sarana produksi maupun retail. ( Rud/bebagai sumber)
