Minggu, 30 Agustus 2026

Gus Barraa : “Jika PPKM Diperpanjang, ASC Foundation Akan Beri Bantuan Lagi”

By: admin
26 Juli 2021
Dilihat 813 kali

MOJOKERTO, Mediatrans9.com

Dengan berakhirnya PPKM Level 4 yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Mojokerto, ASC Foundation langsung gelontor bantuan paket sembako kepada para pedagang, di empat wilayah sekaligus, meliputi pasar padangan, Kecamatan Gedek, pasar Kemlagi, Kecamatan Kemlagi, pasar Dawarblandong, Kecamatan Dawarblandong, pasar Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Minggu (25/7/2021) mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai.

Selama PPKM Asep Syaifuddin Chalim (ASC) Foundation terus menerus membantu masyarakat terdampak, khususnya pedagang kaki lima (PKL) di 18 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Gus Barraa mensosialisasikan aturan PPKM Level 4 kepada para pedagang, sambil berharap semoga para pedagang terdampak dapat bersabar mengikuti aturan pemerintah, dan berdoa semoga dengan berakhirnya PPKM Level 4 ini, situasi Kembali pulih, PPKM tidak diperpanjang lagi, dan grafik terpapar covid segera menurun.

“Saya sangat berharap panjenengan bisa bersabar dengan aturan PPKM yang diberlakukan pemerintah, untuk PPKM Level 4 ini, waktu berjualan ditambah satu jam, yang tadinya jam delapan, sekarang boleh buka sampai jam Sembilan. Dan mohon dibantu doa semoga PPKM tidak diperpanjang lagi, covid segera menurun, sehingga semua bisa Kembali normal seperti dulu,” ucap Gus Barraa serta memberikan paket sembako ke pedagang.

Ditambahkannya lagi,”kami dari ASC Foundation sudah memberikan bantuan di 18 Kecamatan, selama PPKM diberlakukan, dan semoga PPKM ini tidak diperpanjang, dan grafik terpapar covid segera menurun. Apabila nanti Pemerintah masih menyatakan bahwa PPKM ini masih lanjut atau diperpanjang, maka kami dari Pemerintah Kabupaten, dan juga ASC Foundatoin akan memberikan bantuan lagi kepada Masyarakat yang terdampak,” jelas Gus Barraa Wakil Bupati Mojokerto.

Sementara Solichatin pedangan makanan di pasar Padangan mengungkapkan,”Saya berjualan selama PPKM ini yang beli sepi, paling sehari hanya ada lima sampai enam orang, tapi kalau saya tidak jualan kita makan dari mana, karena kebutuhan sehari-hari ya dari warung. Untuk bertahan selama ini saya pinjam-pinjam Bank harian, bayar tiap hari, jadi ya gali lubang tutup lubang gitu,”paparnya dengan wajah sedih. (Ek)