Jumat, 02 Oktober 2026

Ali Mananggali Putra Gubernur Jatim Bersama ASC Foundation Berbagi Paket Sembako

By: admin
23 Juli 2021
Dilihat 915 kali

MOJOKERTO, Mediatrans9.com

Muhammad Albarraa, Lc M. Hum tak henti-hentinya membagikan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM Darurat, kali ini yang jadi sasarannya yaitu pedagang pasar Kutorejo, Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (22/7/2021) pukul 16.00 WIB.

Gus Barraa didampingi oleh putra bungsu Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, untuk menyerahkan paket sembako, yang berupa satu kardus mie instant dan beras sebanyak lima kilogram.

Imbas dari PPKM Darurat adalah mereka pedagang kaki lima (PKL), karena waktu berjualan mereka dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB yang setelah tanggal 20 juli, mendapat tambahan satu jam, hingga pukul 21.00 WIB. Pemerintah juga sudah menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak, serta warga yang sedang menjalani isoman.

Saat diwawancarai oleh awak media, Wakil Bupati Mojokerto ini menyampaikan,”yang terimbas langsung akan PPKM Darurat adalah mereka pedagang kaki lima, karena waktu jualan mereka dibatasi. Dan bantuan dari pemerintah juga sudah kita siapkan terutama bagi warga yang sedang menjalani isoman”.

Asep Syaifuddin Chalim (ASC Foundatoin) setiap hari membagikan paket sembako, sebagai bentuk peduli kepada PKL, akan tetapi dihari kesebelas kali ini Gus Barraa selaku Direktur ASCF tidak sendiri, melainkan didampingi oleh putra bungsu Khofifah Indar Parawansa, yang ingin tau langsung apa yang dilakukan oleh Wakil Bupati Mojokerto kepada warga masyarakatnya saat PPKM Darurat diberlakukan.

“Selama ini saya sering mendengar berita tentang Gus Barraa yang membagi-bagikan paket sembako kepada pedagang kaki lima (PKL), maka dari itu saat ini saya mendampingi beliaunya, dan melihat langsung apa dan bagaimana cara Gus Barraa mengobati penderitaan para pedagang yang terdampak PPKM Darurat ini. Dan ternyata berita tersebut benar adanya, saya juga berharap Gus Barraa bisa jadi pemimpin negara ini,”ucap Ali Mananggali kepada awak media.

Dijelaskannya lagi,”Moment seperti ini sebenarnya buat saya belajar kedepan bagaimana memantau kondisi rakyat, Ibu juga lagi sangat kerja keras untuk membangun kondisi rakyat itu gimana, dan saya juga perlu belajar banyak dari beliau Gus Barraa,”jelas putra orang nomor satu di Jatim ini.

Tak hanya mendampingi, Putra Khofifah juga memborong buah didepan Puskesmas Kutorejo untuk diberikan kepada Tenaga Kesehatan yang bertugas di Puskesmas saat itu, dan melihat langsung kondisi pasien yang sedang rawat inap di Puskesmas.

Muktapar Salah satu pedagang serbet dapur yang menerima bantuan merasa bersyukur, karena masih ada pejabat yang peduli masyarakat kecil, dan merasa terbantu dengan pemberian paket sembako tersebut. Dimana selama diberlakukannya PPKM Darurat, penghasilan dari jualan serbet sangat berkurang karena orang jarang kepasar, walaupun kepasar itu juga hanya sebentar.

“Saya berjualan disini sudah lama, saya asli madura tapi sekarang sudah jadi warga Mojokerto, selama PPKM Darurat ini penghasilan sangat berkurang, karena orang-orang jarang belanja ke pasar, ada yang belanja tapi hanya sedikit itupun buru-buru pulang karena takut covid. Saya juga bersyukur diberi paket sembako, dan saya ucapkan terima kasih karena masih ada pejabat yang peduli rakyat kecil seperti saya ini,”tutur Muktapar dengan wajah terharu.

Perlu diketahui bahwa Ali Mananggali putra bungsu Khofifah Indar Parawansa ini merupakan alumni  Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang didirikan oleh Kiai tersohor Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Dan paket sembako yang diserahkan di pasar Kutorejo ini merupakan penyerahan kesebelas setelah pasar Ngoro, Pasar Pacet, Pasar Mojoanyar, pasar Puri, pasar Trowulan, pasar Gondang, pasar Sooko, pasar Trawas, pasar Mojosari, pasar Dlanggu. (Ek)