Minggu, 30 Agustus 2026

Dua Polisi Dibacok Peserta Aksi Demo 1812 di Depan Balaikota Jakarta Kantor Anis

By: admin
19 Desember 2020
Dilihat 800 kali

JAKARTA, Mediatrans9.com

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut jika aparat terluka sajam itu terjadi saat membubarkan pendemo yang menuntut agar Rizieq Shihab dibebaskan, Sejumlah petugas kepolisian mengalami luka-luka akibat diserang massa aksi 1812 di area sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020).

Luka-luka yang dialami petugas disebut karena ditusuk hingga dibacok senjata tajam. Yusri mengatakan, personel yang terluka dua orang,Keduanya terluka saat memukul mundur massa aksi 1812 di sekitaran Jalan Medan Merdeka Selatan dekat Balai Kota DKI Jakarta. Saat ini  yang terkena sabetan serta tusukan tapi tidak terlalu ini ya," ujar Yusri saat ditemui wartawan disekitar Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat(18/12).

"Sabetan sajam (senjata tajam) anggota pada saat dilakukan pembubaran di depan kantor Gubernur. Ada dua,Yusri mengatakan, kedua anggota polisi yang terluka kondisinya masih sehat. Lukanya tidak terlalu parah.

Polisi langsung membubarkan massa yang baru memulai demonstrasi di kawasan Patung Kuda. Saat dibubarkan, massa pendukung Rizieq itu sempat mencoba bertahan sambil memekikkan takbir serta tahlil.

"Allahuakbar Allahuakbar, La ilahailallah la ilahailallah," pekik masaa yang bertahan.

Pantauan wartawan di lokasi, massa awalnya berdatangan ke area Patung Kuda sekitar pukul 13.20 WIB. Aparat kepolisian yang berjaga langsung merespons massa yang datang.

Melalui pelantang suara Kombes Heru Novianto (Kapolres Metro Jakarta Pusat ) mengimbau massa segera membubarkan diri. Namun massa masih tetap bertahan.

Melihat massa berkukuh diri segera memerintahkan anak buahnya untuk membubarkan peserta aksi.Sejumlah personel laskar FPI tampak membuat barikade untuk melindungi massa dan satu mobil komando.Kalimat takbir dan tahlil bersahutan di lokasi. Massa enggan begitu saja mundur dari area Patung Kuda.

Bahkan, orang-orang berada di atas mobil komando termasuk beberapa kiai dan ustaz dipaksa untuk turun .Kendati begitu, aparat memukul mundur massa yang coba bertahan.

Polda Metro Jaya memastikan tidak memberikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan atau STTP terkait aksi 1812 selama masa pendemi Covid-19.

Irjen Fadil Imran Kapolda Metro Jaya juga mengklaim, akan mengambil langkah humanis apabila simpatisan Rizieq tetap bersikeras melakukan aksi unjuk rasa. 

"Itu akan kami laksanakan dalam bentuk operasi kemanusiaan. Akan kami laksanakan 3 T, sehingga kerumunan bisa dikendalikan," katanya.

Kerumunan massa yang sempat terjadi dalam serangkaian acara Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan telah terbukti dampaknya."ujar exs Kapolda Jawa Timur .

MS,MUH,Red