Selasa, 01 September 2026

Hari Pers Nasional, Tetap Berkarya di Tengah Pandemi

By: admin
17 Februari 2021
Dilihat 845 kali

KOTA PAGAR ALAM, Mediatrans9.com

Kepala dinas Perhubungan Kota Pagar alam Novi Endri Mengatakan Selamat Hari pers Nasional di peringati pada 9 Febuari Setiap tahun nya dan peringatan ini berdasarkan keputusan presiden Nomor 5 tahun 1985.
Disebutkan bahwa pers Nasional Indonesia Mempunyai Sejarah Perjuangan dan peranan penting dalam Melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan pancasila.

"Dewan pers menetapkan Hari pers Nasional (HPN) dilaksanakan setiap tahun Secara bergantian di ibu kota provinsi se.Indonesia.

Sejarah Hari pers Nasional

Sejarah lahirnya Surat kabar dan pers Sebenarnya berkaitan serta tidak dapat dipisahkan dari Sejarah lahirnya idealisme perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan.

Di zaman revolusi fisik.lebih terasa lagi betapa pentingnya peranan dan eksistensi pers sebagai alat perjuangan.

pada 8 juni 1946 di Yogyakarta kumpulan para tokoh Surat kabar.Tokoh tokoh pers Nasional untuk mengikrarkan berdirinya penerbit Surat kabar SPS.

Kepentingan untuk mendirikan SPS pada waktu itu bertolak dari pemikiran bahwa barisan penerbit pers nasional perlu segera ditata dan dikelola. Dalam segi adil dan komersialnya mengingat saat itu pers penjajah dan pers asing masih hidup dan tetap berusaha mempertahankan pengaruhnya.

Sebenarnya SPS telah lahir jauh sebelum tanggal 6 Juni 1946. Yaitu tepatnya empat bulan sebelumnya bersamaan dengan lahirnya PWI di Surakarta pada tanggal 9 Februari 1946.

Karena peristiwa itulah orang mengibaratkan kelahiran PWI dan SPS sebagai kembar siam di balai pertemuan' Sono Suko di Surakarta pada tanggal 9-10 Februari itu. Wartawan dari Seluruh Indonesia berkumpul dan bertemu.

Pertemuan tersebut di antaranya menyetujui pembentukan Organisasi wartawan indonesia dengan nama persatuan wartawan indonesia PWI yang di ketuai Mr.Sumanang surjowinoto dengan sekretarisnya sudarjo tjokrosisworo.

Sumanang dan sudarjo bersama 8 anggota lainnya kemudian bertugas merumuskan persuratkabaran nasional waktu itu dan usaha mengoordinasinya ke dalam satu barisan pers nasional di mana ratusan jumlah penerbitan harian dan majalah yang terbit hanya memiliki satu tujuan.

Tujuan itu adalah. Menghancurkan sisa sisa kekuasaan belanda,
Mengobarkan nyala revolusi dengan mengobori semangat perlawanan seluruh rakyat terhadap bahaya penjajahan menimpa persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat indonesia.

Kepala Perwakilan Sumsel Donnal Febra BT.